Aku Serahkan Keperawananku Pada Cowok Baruku

perawan bugilCerita Sex Dewasa, Kumpulan Cerita Sex Terbaru 2015. Cerita Sex Dewasa, cerita sex mesum, cerita porno sex, cerita ngentot sex terbaru, kumpulan cerita sex abg bugil, cerita sex duniapanas.com. “Nov, aku hari sabtu ke rumahmu ya?” Tanyaku ditelepon pada Nova sahabatku.

 

“Ama siapa?” Nova balik bertanya.
“Ama si Dio. Katanya dia kebetulan lagi balik dari berlayarnya.” Jawabku,
“Dio? Dio yang lagi deketin kamu itu ya?” Tanya Nova kembali.
“Yoi.” Jawabku.
“Lah? Terus si Gama mau lu kemanain?”
“Biar ajah. Toh dia juga punya cwe selain aku.” Kataku.
“Ya okelaha, aku tunggu.” Katanya. Kami pun mengakhiri panggilan ditelepon itu.

Ya, semenjak kejadian dicerita yang lalu, setelah beberapa bulan berlalu, Nova akhirnya mengetahui hubunganku dengan Gama sudah bukan menjadi hubungan sahabat, tapi lebih dari itu.

Mungkin perlu ku ulangi lagi penjelasan tentang siapa Nova dan Gama, Nova adalah sahabatku. Dia seorang lesbian. Dan Gama awalnya adalah sahabatku juga, tapi kami akhirnya menjalin hubungan semenjak kejadian aku mengambil keperjakannya. Hihihi…

Akhirnya sabtupun tiba. Aku menunggu Dio diterminal, Dia bukan satu kota denganku, Dio adalah seorang pelaut. Pekerjaannya sudah seperti nenek moyang saja. Hihihi…
Aku belum tau persis fisik Dio bagaimana, hanya saja kalau di fto sih dia lumayan gagah. Ya namanya pelaut pasti ototnya kuat.
Dio ingin bertemu denganku karna dia mencintaiku, dia bilang suka padaku dari pandangan pertama, padahal dia baru lihat aku hanya dari fto. Ah dasar laki-laki, banyak gombalnya. Dio jg bilang, dia masih perjaka. Uhhh aku sudah ga sabar, bakal dapat perjaka lagi nih. Hihihi.. Aku percaya saja kalau dia perjaka, selain hidupnya dihabiskan ditengah laut. Dia itu termasuk laki-laki yang polos. Berbicara apa adanya.

Sedang asik-asiknya sms an dengan Nova, ada yang menyolek lenganku. Aku kaget lalu meliriknya. Ku lihat ada seorang laki-laki berbadan tegap, gagah disampingku, wajahnya hitam manis, tapi sayangnya dia pendek, spertinya sepantar denganku.

“Hey, kenapa bengong?” Sapanya.
“Ah engga.” Jawabku sambil tersenyum.
“Cibe kan?” Tanyanya.
“Iya. Emmm Dio?” Kataku sambil menunjuknya.
Dio mengangguk dan tersenyum.
“Ya udah, yuk kerumah Nova. Dia udah nungguin.” Ajakku pada Dio.

Akhirnya kami berdua segera menaiki taxy untuk menuju rumah Nova.
Sesampainya di rumah Nova, kami langsung menuju lantai 2 rumahnya. Terlihat Nova sedang menonton tv sambil merokok.

“Nov Nooovvv..” Teriakku.
“Nyampe juga akhirnya.” Balas Nova.
Aku ajak Dio untuk duduk bersebelahan dengan Nova.
“Nih Nov, Dio.” Kataku memperkenalkan Dio pada Nova.
Mereka berjabat tangan sambil saling menyebutkan namanya masing-masing.

“Say, aku ikut nginep ampe besok aja ya disini ama Dio. Dio besok harus segera pulang lagi buat siap-siap melaut.” Pintaku pada Nova.
“Oke.” Jawab Nova singkat.

Kami bertiga menghabiskan waktu dengan bercanda sepanjang siang sampai malam dihari itu.

“Be, km tidur dikamar depan aja. Dan Dio dikamar belakang.” Kata Nova padaku sebelum dia beranjak ke kamarnya karna katanya sudah mengantuk. Ya pantas saja mengantuk, sudah pukul 23.00 wib.
“Sip.” Kataku.

Nova berjalan memasuki kqmarnya. Terdengar dia mengunci pintu kamarnya.

“Be, aku pingin tidur ma kamu.” Kata Dio dengan wajah memelas.
“Ya udah kalo gitu, tidur di kamar belakang aja ya.” Jawabku.
Ya, kamar yang dulu pernah ku pakai untuk merenggut keperjakaan Gama. Haahahaha…

Kami berdua langsung masuk ke kamar. Seperti biasa, mematikan lampu dan membuka sedikit pintu. Ruang tv sudah kumatikan lampunya juga.

“Be, kamu janjikan mau ngajarin aku ML?” Dio tiba-tiba menagih janjiku.

Yup. Sebelum bertemu, aku dan Dio sudah berjanji, akan ngesex bila ketemu langsung.

Aku berbaring dikasur. “Ia Dio.” Jawabku.

Dio ikut berbaring disisiku, dia memiringkan tubuhnya menghadapku.

Akupun ikut memiringkan tubuhku.
Kami akhirnya saling berpelukan dan berciuman.
Ciuman Dio sungguh bersemangat.

“Be, selama ini aku ga pernah punya pacar.” Dio bicara padaku sambil melucuti pakaianku. “Selepas SMA aku langsung melaut, sampai umur kepala 2 gini tetap menghabiskan waktu dilaut.” Lanjutnya sambil melucuti pakaiannya sendiri.

Aku hanya terdiam melihat dia begitu bersemangat.

“Dio pingin ngesex sama Be sebelum melaut lagi. Pingin punya pengalaman soal sex.” Katanya lagi.

Kami sudah sama-sama bugil. Aku lalu ditidurinya, dicium seluruh tubuhku oleh Dio. Uhhhh, Dio bener-bener garang.
Kubalikkan posisi ku sehingga aku yang di atas. Ku cium leher Dio, ku jolat telinga Dio. Dio mendesah-desah tertahan.
Kami ga berani mendesah keras karna takut terdengar oleh Nova.
Ku susuri tubuh Dio dengan ciuman. Sampai tiba di kontolnya Dio. Karna gelap, aku ga terlalu bisa jelas melihatnya. Akhirnya ku pegang kontolnya. Dan aku terhentak kaget. Gila! Kontolnya besar banget. Banget!!! Panjang lagi. Seperti kontol bule-bule yang ada di vidio bokep. Aku merasa permainan kali ini akan menyenangkan dan nikmat sekali.

Kujilat kontolnya, dari kepala kontol sampai ujung pangkal batangnya. Tak luput buah zakarnyapun aku jilati, ku kenyot-kenyot dan kuremas-remas lembut.
Dio mendesah agak tertahan.

“Beeee terruuuss, bagiann itu nikmaatt.. aaahhhh..” Katanya.

Dio ternyata kurang sabar menikmati permainan lidahku dikontolnya. Lalu dia menarik tubuhku, menyuruhku menungging. Tanpa aba-aba dia memasukkan kontolnya ke memekku dengan cepat. Sakit rasanya. Kontolnya susah sekali masuk. Makin ditekan makin sakit. Aku benar-benar ga kuat menahan rasa sakit itu. Tapi Dio ga putus asa, makin lama dia tekan kedalam.

“Ooohh Dioo udaah, jja.. jangan terusiiinnn.. sumpaah sakittt..” Kataku sambil memohon.

“Ga apa-apa be, sabbbaaarrr.” Sahut Dio tetap meneruskan memasukan kontolnya ke memekku.

“Ohhh Diooooo..” Jeritku tertahan setelah kontolnya terasa masuk kedalam memekku seluruhnya.

“Ohhhhh…” Dio mendesah.

Dio mengocok kontolnya dimemekku. Dia terus mengocok Dan tak perdulikan aku yang kesakitan. Menangis ku dibuatnya. Aku ga tahan.

“Diooo cepat keluaarkaaannn…” Kataku tetap memohon.

“Aaahh bentar beee, lagii enaaakk.” Kata Dio. Dia mencopot kontolnya dari dalam memekku. ploppp.
Lalu dia memangku aku, kontolnya yang tegak keras dia tuntun untuk dimasukkan ke memekku lagi.
Aku sudah lemas karna kesakitan.

“Diooo sakittt…” Kataku saat kontolnya Dio masuk semua kedalam memekku lagi.

“Sebentaaaarr aja bee, ayoo goyaangg.”

Terpaksa aku menggoyang pinggulku. Aku benar-benar tidak bisa menikmati permainan kali ini. Ini sungguh menyiksaku.

“Ya udah beee, aku keluarinnn deeeehhh.. Oohhh beeeee, truss, truuuussss…. iya beeee akuuu ngecrrroottttt aaahhhh….” Kata Dio sambil mendesah-desah.

Aku ambruk dilahunannya. Rasanya kepalaku pusing 7 keliling.

Beberapa menit kemudian setelah berpakaian, aku keluar kamar dan masuk kamar mandi. Membersihkan diri, memekku rasanya pedih sekali. Aku menangis.
Keluar kamar mandi, aku pindah kamar. Aku tidur di kamar depan. Saat akan terlelap, terdengar pintu terbuka, ternyata Dio masuk kamar, lalu berbaring disebelahku.

“Be, lagi ya.” Katanya.

Ohh nooooooo… “Aku lemas Dioo, muaall ga kuat.” Jawabku.
“Kamu diem aja. Aku yang gerak ya.” Katanyan

Tanpa bisa membalas perkatannya, dia sudah membuka celanaku dan memasukan kontolnya ke memekku. Aku benar-benar sudah lemas tak bisa bergerak banyak. Kubiarkan Dio menggenjot memekku sesukanya.
Anehnya, kali ini aku merasakan nikmat. Dio pun engetahuinya. Dia tersenyum. Aku ikut tersenyum.

Aku tetap tak mengikuti genjotan Dio. Tak lama ternyata Dio akan orgasme. Ohhh aku kali ini tidak setuju, karna aku sedang mrasakan keenakan.

Tiba-tiba, crottt croottt crootttt, Dio orgasme.
“Oohhhhhh…” Desahnya panjang.

Dia kluarkan kontolnya dari memekku, lalu berbaring disisi ku.
Aku yang merasa tanggung lalu memegang kontolnya. Dan ternyat masih tegang.
“Dio, lagi yuk.” Kali ini aku yang mengajak.
“Tunggu bentar ya, masih cape.” Jawabnya.

Tak berapa lama, Dio menyuruhku membelakanginya. Dia menusuk ku dengan gaya 99. Kakiku diangkatnya tinggi-tinggi dan bleeeessaa kontolnya masuk. Meski masih terasa sakit tapi kali ini aku sudah bisa menikmatinya. Mungkin karna sudah menyesuaikan. Aku menikmati genjotan Dio sampai orgasme.

“Oohhh Dioooooooo akuuu crottt..” Desahku pelan.
Tak lama kemudian, Dio pun menyusul orgasme.

Kami akhirnya sama-sama tertidur karna kelelaha.

Pengalaman inilah yang membuatku sangat tak suka dengan kontol yang besar. Rasa traumanya sampai sekarang masih ada.

@@@

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ceritaku

Related Post

Aku Serahkan Keperawananku Pada Cowok Baruku | Tony Lee | 4.5